a. Terhadap Otak: kekurangan darah yang berarti
kekurangan zat asam yang menahun mengakibatkan selain menurunnya daya
tahan tubuh juga terjadi hambatan terhadap fungsi otak yang
manifestasinya terlihat dari gangguan mental intelektual dan emosional.
b. Terhadap jaringan organ tubuh lainnya. Setiap
transfusi darah berarti menambah zat besi didalam tubuh karena zat besi
akan tetap berada didalam tubuh apabila tidak dikeluarkan berakibat
penumpukan zat besi tersebut akan merusak limpa, jantung, ginjal, hati
dan organ tubuh penting lainnya.
c. Terhadap kejiwaan
c.1. penderita/anak pada semua penyakit yang menahun
sebagaimana halnya Thalassaemia akan sangat mempengaruhi kepribadian.
Thalassaemia dapat sebagai faktor stress bagi si penderita anak sehingga
reaksinya dapat berupa sikap ketergantungan yang berlebihan, pasif atau
menarik diri. Dengan keluhan yang menyangkut citra diri yang berbeda
dengan anak normal yaitu wajah dan kulit menjadi kehitaman akibat
penimbunan zat besi karena seringya transfusi.
c.2.Orang tua penderita, reaksi orang tua dapat
terlihat dengan adanya sikap kecemasan dan memberikan perlindungan yang
berlebihan akibat didorong oleh pendapat bahwa segala keinginan anak
harus terpenuhi karena si anak pada akhirnya mungkin tidak berumur
panjang.
d. Kesempatan hidup penderita Thalassaemia tanpa
mengesampingkan kuasa Allah Tuhan semesta alam. Pada umunya penderita
Thalassaemia hanya mampu bertahan hidup sampai usia 10 tahun, akan
tetapi dengan melaksanakan transfusi yang teratur disertai cara
pengobatan yang intensif penderita dapat mencapai usia 17 - 25 tahun
bahkan diantaranya ada pula yang mampu bertahan lebih dari pada itu
bahkan sampai berkeluarga dan mempunyai keturunan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar